UUPA 1960 lahir sebagai jalan keluar dari ketimpangan penguasaan lahan yang dijaga-dilestarikan oleh elit-elit zaman feodal dan kapitalis eropa di Indonesia. Namun UUPA 1960 bukan berarti sudah sempurna sebagai jalan keluar. Regulasi ini mesti terus disempurnakan lewat debat di parlemen dan aksi massa di jalanan. Sebab anasir-anasir kontra revolusi masih begitu kuat secara politik. Keberadaan mereka ikut mewarnai lahirnya UUPA 1960.

Upaya penyempurnaan terus menerus terhadap regulasi ini akhirnya harus kandas di tangan Rezim Militer Orde Baru. Rezim ini benar-benar mengkerdilkan tujuan awal dan pokok hadirnya UUPA 1960. Diantaranya melalui "pemberantasan" intelktual penganjur UUPA 1960. Ada yang hilang, ada yang dipenjara, ada yang dijinakan, dan ada yang benar benar dicabut hak-hak kewarganegaraannya.

Massifnya upaya Rezim Militer Orde Baru "memberantas" intelektual penganjur UUPA 1960 rupanya tidak benar benar dapat "membunuh" mereka. Ada yang selamat, Gunawan Wiradi namanya. Selain intelektual penganjur UUPA 1960, ia juga adalah pendiri CGMI. Tulisannya mengenai UUPA 1960 dan Reforma Agraria telah dibukukan. Jika berminat dan tertarik membacanya, bisa didownload di link di bawah ini, gratis seperti menghirup udara: Download Bukunya di sini